Tentang WhatsApp

Tentang WhatsApp

Seiring dengan perkembangan zaman, maka kemajuan informasi dan teknologi sangat diperlukan, kemudahan dalam mengakses informasi begitu penting dengan hadirnya internet yang merupakan alat tercanggih saat ini. Internet yang sering digunakan Guru dan pelajar terutama untuk mengakses media sosial. Dengan menggunakan media sosial Guru dan pelajar dapat dengan mudah berkomunikasi jarak dekat maupun jarak jauh tanpa harus bertatap muka atau bertemu.
Sekarang ini banyak sekali anak usia dini pandai dan mahir dalam mengakses internet.

Bahkan banyak anak di bawah umur memiliki akun-akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Line, WatsApp, dan sebagainya, serta didorong oleh banyaknya perusahaan yeng mengeluarkan berbagai macam alat komunikasi smartphone dan tablet dengan harga murah sampai mahal. Serta dengan diberikannya fitur-fitur paket internet yang murah sehingga dapat memberikan kebebasan berselancar di dunia maya bagi penggunanya. Hal inilah yang mempermudah pencarian informasi.
            Sebut saja “Jarwo” seorang pelajar SMA Maarif NU Pandaan yang mempunya Hand Phone (Hp) Android yang salah satu fasilitasnya adalah WhatsApp, berpuluh-puluh teman chattingnya dan memiliki grup chatting lebih dari sepuluh. Sedangkan “Jarwis” siswi SMARIFDA, tidak punya Hp android, Hp-nya nyaris tidak ada fasilitas, hanya sms dan telepon saja yang bisa ia lakukan. Kedua siswa tersebut berada dalam kelas yang sama, di kelas tersebut wali kelas membentuk grup WhatsApp untuk mempermudah komunikasi dengan peserta didiknya.

Jarwo siswa yang malas, jika di rumah sibuk dengan Hp-nya dan waktu luangnya tidak dipergunakan untuk belajar, tetapi digunakan untuk bermain Hp termasuk chatting-chatting dengan teman di grupnya. Sedangkan Jarwis siswi yang rajin selalu meluangkan waktunya untuk belajar. Suatu ketika wali kelas mereka mengumumkan bahwa besok ada ujian pelajaran melalui grup media sosial. Jarwo pun membacanya, sifat pemalas yang ia miliki membuatnya tidak belajar. Lain hal dengan Jarwis, walaupun tidak tahu akan diadakan ujian tetapi tetap rutin belajar.

Dari kutipan cerita tersebut dapat kita ambil makna dari aplikasi “WhatsApp”

Dampak positif dan negatif dari penggunaan aplikasi media sosial WhatsApp tidak berbeda jauh dengan aplikasi media sosial lainnya. Berikut ini merupakan dampak positif dan negatif media sosial WhatsApp :

Dampak positif :

  • Untuk berkomunikasi dengan keluarga, saudara, kerabat yang tersebar di berbagai daerah, fitur jejaring sosial ini sangat bermanfaat dan berperan untuk mempertemukan kembali keluarga yang jauh dan lama tidak bertemu. Kemudian melalui dunia maya hal itu bisa dilakukan dengan mudah.
  • Sebagai media penyebaran informasi.
  • Memperluas jaringan pertemanan.

 

Dampak negatif :

  • Susah bersosialisasi dengan orang sekitar.
  • Situs media sosial akan membuat seseorang lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan sekitar.
  • Tertinggal dan terlupakannya bahasa formal.
  • Mengurangi kinerja.

Dengan demikian, media sosial merupakan suatu hal yang tak bisa di lepas dari kita saat ini, bahkan dalam perjalanannya, media sosial sekarang telah mengubah cara hidup kita dalam beberapa tingkatan, sehingga bisa dikatakan media sosial menjadi sebuah media yang penting dalam masyarakat (technological determinism). Media sosial tidak hanya menjadi sebuah media yang penting, namun juga telah berubah menjadi sebuah identitas diri seseorang. Kita bisa melihat bagaimana sebuah media sosial berubah fungsi menjadi “mulut kedua” seseorang, Disarankan, penggunaan media sosial harus mengikuti ketentuan-ketentuan yang ada serta  memanfaatkan jejaring sosial secara benar dan sesuai dengan norma-norma di masyarakat.

Oleh : Yustina Rahmah, S. Pd

(Disadur dari beberapa sumber di internet)

Related posts

Leave a Comment