Tahukah Kamu?

Daphnis, Bulan Saturnus yang Anggun nan Misterius

Ternyata, nggak hanya bumi yang memiliki bulan lhoo… Sekian planet di tata surya memiliki bulan tersendiri. Bahkan, ada yang mempunyai lebih dari satu bulan seperti Jupiter dan Mars. Disebut bulan, tentunya karena mengelilingi planet dan dengan memiliki ukuran tertentu. Kalau lebih kecil dari ukuran yang ditetapkan, maka akan dianggap satelit. Tata surya kita memang menyimpan berjuta–juta misteri tersembunyi dibalik planet atau bulan yang mengitarinya. Banyak bulan dari planet selain bumi yang perlahan muncul dan terdeteksi oleh para peneliti luar angkasa.

Kali ini, NASA menguak informasi seputar Daphnis yaitu bulan milik Saturnus yang merupakan bulan terkecil Saturnus yang terletak di antara cincin planet. Pada kesempatan kali inilah, Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut baru bisa mengambil foto Daphnis dari dekat, via pesawat luar angkasa Cassini.

Dilansir Space, Jumat (17/3/2017), Daphnis terletak di wilayah Saturnus yang disebut “Keeler Gap”. Karena bulan ini memiliki pengaruh gravitasi yang besar, pergerakannya mengakibatkan gelombang di wilayah “Ring A” Saturnus. Daphnis yang selama ini dikenal sebagai bulan misterius Saturnus, perlahan mulai dipelajari tim ilmuwan NASA. Terungkap, dia hanya memiliki luas sekitar 5 mil (8 kilometer). Meski tergolong kecil, gaya gravitasi Daphnis dinilai cukup besar akibat posisinya berada di antara partikel cincin Saturnus.

“Karena posisinya diapit garis cincin, Daphnis mengakibatkan gelombang yang bergesek pada partikel cincin. Sehingga jika dilihat dari dekat, garis cincin wilayah Ring A tidak lurus dan bentuknya bergelombang,” kata NASA dalam keterangan resmiya.

Foto Daphnis tersebut diambil dari kamera Cassini dengan teknologi visible light dari ketinggian 17.000 mil (28.000 kilometer) di atas Saturnus. Misi NASA untuk mengkaji Saturnus telah dilakukan sejak lama. Cassini diketahui sudah “melanglang buana”di planet cincin selama lebih dari satu dekade. Pada tahun 2017 ini, Cassini memasuki masa terakhir beroperasi. Dalam fase berakhirnya, Cassini akan menghadapi resiko berbahaya. Pasalnya, ia harus bergerak cepat di antara atmosfer cincin dan Saturnus, demi mengumpulkan data penting terkait berapa usia cincin dan komposisi dari atmosfer planet. Nanti, ia akan meledakkan dirinya di dalam atmosfer planet.

“Meski ini merupakan tugas terakhir Cassini, kami anggap ini sebagai misi baru,” kata kepala ilmuwan Cassini di NASA Jet Propulsion Laboratory, Linda Spilker.

“Kami menerbangkan sebuah pesawat eksplorasi ke tempat yang belum pernah dijamah. Ketika ia terbang ke tempat yang baru, sudah jadi kewajiban baginya untuk menemukan hal yang menakjubkan,” ia melanjutkan.

Puncak eksplorasi Cassini telah terjadi pada 29 November 2016, ia mengorbit sebuah wilayah yang disebut “F-Ring” usai mengorbit Saturnus sebanyak 22 kali.

Source : Liputan6.com

http://m.liputan6.com/tekno/read/2887316/daphnis-bulan-saturnus-yang-anggun-nan-misterius

Related posts

Leave a Comment