Resensi Novel

Resensi novel ANNOYING BOY

Identitas novel

Judul                          :Annoying Boy

Penulis                      :Inesia Pratiwi

ISBN                           :978-602-6940-17-9

Penerbit                    : Bintang Media

Penyunting              : Maskur Priatna

Tahun Terbit           : Maret 2016

Tebal                         : 428 Halaman

Harga                         : 79.500,-

Sinopsis Novel

Cerita bermula ketika di suatu pagi, di koridor sekolah Asyraf mengumumkan kepada murid sekolah bahwa veera adalah kekasih barunya. Hal itu ia lakukan demi menghindari kejaran para mantannya, Bella. Pengumuman itu mengejutkan bagi semua murid termasuk Veera. Bagi murid lain kejadian ini mungkin sangat menguntungkan jika dengan tiba-tiba seorang Asyraf yang merupakan cowok paling populer di SMA Merpati mengakuinya sebagai pacar. Tapi bagi Veera ini sebuah bencana. Untuk sebuah alasan di masa lalu Veera sangat membenci Asyraf, karena dulu asyraf pernah meninggalkannya tanpa pamit dan tanpa alasan ketika hujan dan membuatnya bertahun-tahun membenci hujan.

Kesialan demi kesialan pun datang kehidup Veera, semuanya akibat ulah Bella yang merasa tidak terima karena rival barunya dalam mengejar Asyraf kini hanyalah seorang gadis biasa seperti Veera mulai dari penghinaan, pembullyan, sampai ke percobaan pembunuhan sudah dilakukan Bella untuk menyingkirkan Veera.

Akhirnya Veera mulai jengah dan memutuskan untuk mengakhiri hubungan palsunya dengan Asyraf. Asyraf setuju, karena akhirnya dia juga berpikir usaha yang dilakukannya kini tetap saja tidak dapat menghentikan Bella. Keduanya pun mulai menjadi orang asing seperti semula. Padahal, dimasa lalu mereka bagaikan dua orang yang tak dapat dipisahkan. Asyraf seolah-olah telah melupakan Veera dan kenangan mereka dulu.

Salah satu band sekolah yang dibentuk dari ketiga cowok populer SMA Merpati; Asyraf, Rico, dan Evan yang juga saling bersahabat itu tiba-tiba kehabisan ide untuk penampilan mereka saat ulang tahun sekolah minggu depan. Disamping itu semenjak putus dengan Asyraf. Evan mulai tertarik dengan Veera dan mendekatinya secara perlahan. Lalu suatu hari Evan menemukan sebuah fakta bahwa ternyata Veera pandai menulis puisi dan memusikalisasikannya. Sebuah ide pun muncul di kepalanya. Dia mengajak Veera untuk ikut bergabung dengan band mereka di acara ulang tahun sekolah.

Hari-hari yang dilalui Veera bersama Asyraf saat latihan band membuat ketegangan mulai mengikis di antara mereka. Meskipun Asyraf  tetap saja dingin dan cuek, terkadang sisi hangatnya mulai dia tunjukkan kepada Veera. Terlebih ketika melihat Evan mulai melancarkan aksinya mendekati Veera, Asyraf mulai merasa kepanasan.

Di suatu senja, Veera terpaksa harus diantar pulang oleh Asyraf. Dan di perjalanan, Asyraf menghentikan motornya di flyover dan menikmati senja di tembok pembatas flyover. Sejak saat itu Veera merasa ada sesuatu yang aneh. Dia merasa Asyraf bukan seperti Asyraf yang dia kenal dulu, sangat berbeda. Asyraf seperti terlahir kembali karena buktinya Asyraf telah melupakan kenangan mereka dulu, bahkan melupakan dirinya yang pernah ada di masa lalunya. Veera pun menyimpulkan bahwa Asyraf telah kehilangan ingatannya.

Veera mencoba mengungkap apa yang terjadi sehingga Asyraf bisa kehilangan ingatannya, sambil juga mencoba membangkitkan kisah cinta mereka seperti dulu. Namun sayangnya Bella lebih sudah lebih dulu beraksi. Bella membuat rencana licik yang membuat kesalahpahaman di antara Asyraf dan Veera dengan mengirimi Veera sebuah foto yang  menjijikkan.

Ketika Asyraf ingin menemui Veera lagi, Veera mengusirnya pergi dari hidupnya. Asyraf menyerah, akhirnya dia memutuskan untuk benar-benar pergi dari hidup Veera dan tidak muncul lagi di sekolah ataupun di depan wajah Veera.

Di hari ketujuh kepergian Asyraf, Rico muncul di depan Veera dan menjelaskan semua yang terjadi kepada Veera. Tentang bagaimana perasaan Asyraf yang sesungguhnya kepada Veera, tentang apa hubungan Asyraf dan Bella yang sebenarnya, tentang siapa Asyraf sebenarnya dan ke mana sekarang Asyraf pergi

Veera benar-benar merasa menyesal. Di bawah hujan untuk kedua kalinya dia kembali ditinggalkan oleh asyraf. Namun semua itu bukanlah akhir, karena tiba-tiba ada seseorang datang menutup kisah ini dengan membawa sebuah kejutan besar. Membuat Veera untuk pertama kalinya tidak lagi membenci hujan.

Kau meninggalkanku bersama hujan yang selalu kubenci

Tanpa alasan, tanpa pamit

Lalu tiba-tiba saja kau kembali datang

Kupikir kita akan kembali seperti dulu lagi

Namun nyatanya kau mengenalku saja tidak

Aku bagaikan angin lalu yang tak pernah kau lihat

Tiba-tiba saja dadaku menjadi sesak

Untuk apa kau kembali jika hanya menyakiti?

Semakin membuatku benci

Sampai suatu hari merasa gelisah

Kau yang dulu bukan seperti kau yang sekarang

Sangat asing bagiku

Kau saperti terakhir kembali menjadi orang baru

Aku pun jadi berpikir

Apakah aku telah salah mengenalmu?

Unsur Intrinsik

  1. Tema : petualangan cinta

Novel ini menceritakan tentang perjuangan cinta dan bagaimana menghargai perasaan cinta agar tidak menyesalinya

  1. Penokohan
  2. Asyraf

Watak : dingin, cuek, tampan, pintar, tidak peduli keadaan sekitar, mudah tersulut emosi, pecinta musik, memiliki perasaan yang sulit ditebak, diam-diam menyimpan sejuta kejutan.

  1. Veera

Watak : jutek, santai, agak cuek, pandai menyimpan perasaan, memiliki jiwa sastra yang baik, mencintai musik.

  1. Bella

Watak : kejam, ambisius, tidak suka tersaingi, tidak mau menerima kenyataan, licik.

  1. Rico

Watak : santai, easy going, banyak bicara, lucu, pandai tebar pesona, diam-diam peduli dengan orang sekitar.

  1. Evan

Watak : kalem, baik, pendiam, ramah, bijak, mudah mencintai, mudah pasrah.

  1. Angie

Watak : ceria, bawel, mudah mengagumi cowok tampan.

  1. Latar
  2. Latar tempat : sekolah, rumah, jalanan, studio band, halte bus, warung kopi.
  3. Latar suasana : sedih, bahagia, haru, tegang, romantis.
  4. Latar waktu : pagi, sore, siang, malam, senja.
  5. Alur : Maju-mundur

Karena novel tersebut juga menceritakan pengalaman masa lalu

  1. Sudut pandang : orang ketiga tunggal
  2. Amanat :

Hargai perasaan orang lain sebelum terlambat sebelum orang itu pergi. Dan jangan membenci sesuatu yang tidak sepenuhnya di mengerti. Cari tau terlebih dahulu tentang apa yang sebenarnya terjadi. Karena setiap kejadian membutuhkan sebuah fakta yang sangat kuat untuk di percaya.

Unsur ekstrinsik

Biografi penulis

Inesia Pratiwi yang lahir di Jakarta pada tanggal 31 Agustus 1995 berusia 20 tahun. Sedang mengenyam pendidikan semester 6 di Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi. Novel Annoying Boy ini adalah novel yang pertama kali dipublishnya dijejaring sosial khusus para penulis bernama ‘wattpad’ pada bulan juli 2015. Annoying boy ditulis selama 3 bulan dan terinspirasi dari seseorang di kehidupan nyatanya sewaktu sekolah. Ines memutuskan untuk mengenangnya kedalam novel yang kemudian pada bulan februari 2016 dilirik salah satu editor untuk diterbitkan.

Kelebihan dan Kekurangan Novel

  1. Kelebihan novel

Novel ini dibuat dengan alur yang sangat baik. Penggambaran situasi dan penokohannya sangat jelas. Pembaca seolah dapat merasakan benar-benar dibawa masuk kedalam novel tersebut. Beberapa puisi yang ditulis juga terkesan sederhana namun bermakna dalam. Tidak perlu memakai kiasan dan diksi kata yang berlebihan, puisi-puisi itu mampu membuat pembaca tersenyum dan juga terharu. Dan yang paling penting dari semuanya adalah novel ini memiliki plot twist, endingnya benar-benar diluar dugaan. Jauh dari ekspetasi ketika pembaca mulai membaca dari halaman pertamanya. Mengejutkan dan keren.

  1. Kekurangan novel

Sebagian orang akan merasa malas membaca novel ini karena ketebalannya dan di chapter-chapter awal cerita ini mungkin terkesan mainstream.

By : Cici Dwi Utari

Related posts

Leave a Comment