Puisi Siswa

*Hidup

– – h – – – – – –

  • – – i – –

d – – – –

  • – – – u
  • – – p –
  • – !!!!!!!!

 

Karya: Nrl

 

Masa lalu

Entah karena apa pena hitamku menuliskan tentangnya
mungkin ia terlalu indah tuk menjadi kenangan
serta terlalu rumit tuk dijelaskan
ia bukan guru ataupun pengalaman
yang akan memberikan pelajaran dan
mengajarkan apa arti kegagalan

Apa kabar masa lalu? Kau sangat berdebu
setelah sekian lama terpendam didasar kalbu
Apa kabar masa lalu? Ingatkan ku dengan satu hal
yang membuatku dapat tersenyum kala itu
Apa kabar masa lalu? Ingatkah engkau saat kita masih
berjabat dan megukir segalanya untuk saat ini
Apa kabar masa lalu? Aku hanya rindu dan
dan tak mungkin tersampaikan padamu
terima kasih atas hal yang kau beri
tetaplah disana dan jangan pergi
aku hanya merindukanmu

By: Oyirp

 

Rindu

Hembusan angin menerpa jiwa

Tubuh yang letih terkoyak batinnya

Matahari telah menampakkan sinarnya

Akankah hal ini terus terulang membelenggu jiwa

Pagi yang cerah berganti dengan malam gelap gulita

Sayup terdengar suaramu kala itu terngiang ditelinga

Bayang raut wajahmu terpatri di dalam hati seakan tak ingin pergi

Ingin ku berteriak agar semua tentangmu sirna dari  jiwa ini

Rindu.. karnamu ku terbiasa berteman dengan senja

Meratap diujung gelap tak tau kan kuceritakan pada siapa

Tersudut di dalam keheningan disaksikan oleh indahnya purnama

Seakan tidak mengerti tentang semua yang menerpa jiwa

Rindu.. buatlah kutersenyum akan manismu

Tepislah segala lara yang pernah singgah

Peluk diriku agar tak lagi termenung dibatas senja

Semua yang terindah kan ku ingat sampai lupa

By: Oyirp

 

SINGGAH

Ketika yang mengundang juga meninggalkan

Ketika yang mengajak merendahkan atensi

Ketika yang mendekat secepat kilat menyisih

Ketika yang diharapkan hanya sebatas angan

Berlabuh mengulurkan intensi

Hilang mengasihkan luka

Bersandar menjarah hati

Sirna campakkan rasa

Mendambakan refleksi sekelebat bayang

Menillik siluet lenyap segesit sinar

Meloloskan hati jatuh hancur merebak meruak

Meratapi jejak memori pengundang lara

By: Anggradaputrisa

 

Senja

Tak pernah ku menunggunya

Dan tak pernah mengharapkannya

Senja memang penuh pesona

Pesona akan indahnya

Senja. . .

Datang dengan penuh warna

Berakhir dengan penuh dusta

Dusta yang penuh akan gelapnya

Senja. . .

Indah dipandang namun tak bisa kumiliki

Jauh disana namun tak bisa kugapai

Igin memilikinya

Namu ku tak pantas mendapatkannya

By: Ar

Related posts

Leave a Comment