Puisi – Majalah Sekolah SMA Maarif Pandaan

ANGIN

Sudah terpatri menjadi prasasti

Terukir di dalam sanubari

Sang angin menyampaikan sebuah janji

Mengenyahkan semua yang dihadapi

Secercah cahaya mulai menghampiri

Dua batin terikat dalam hati

Saling bahagia karena melengkapi

Ketentraman mengoyak semuanya

Terang menjadi gelap gulita

Terhempas seluruh harapan

Senyuman perlahan hilang di wajahnya

Kemungkinan takut dia menjauhinya

Merebut satu harapan kemenangan

Mimpi dan kenang menjadi angan

Gagal berpisah sebagai kekuatan

Rencananya ku injak hingga kecewa

 

BY: Durratul hikmah

CAHAYA BIMBANG

Tiap ku pandang langit biru

Terselip kota dan rasa rindu

Setelah pandangan hilang dariku

Kehilangan nafsuku

Cahaya lampu menyinariku

Jejakmu tiba tiba hilang dariku

Setiap hari ku memikirkan mu

Dan mencari

Rasa lelah yang kurasakan disana

Setelah datangnya cahaya

Cahaya datang menyinarinya

Rasa kecewa terlihat di wajahnya

Kupulang dan kugayuh sepeda

Dan diam pun yang hanya bisa kulakukan

Rasa itu ingin mengungkapkannya

Terlihat jelas diraut wajahmu

 

By : Vania Ardelia P

HANYA KATA ITU

Alhamdulillah…..

Harus memang

Kita ucap

Kata itu

 

Dan…

 

Wajib memang

Kita ucap

Kata itu

 

Hanya kata- kata itu

Yang seharusnya

Kita ucap

 

Dan….

 

Hanya kata-kata itu

Yang wajib

Kita ucap

 

Karena

Dengan kata itu….

Yang bisa

Kita ucap

 

Karena

Dengan kata itu …..

Dan….

Karena

Dengan mengucap

Kata itu….

 

Menunjukkan bahwa

Kita bisa

Bersyukur

Kepada Nya

 

By: Abdul Ghofur, M.Pd.

Pujangga

Mereka berkata melalui aksara.

Berpendapat tentang duka lara, maupun suka cita.

Mempercayai dogma yang tiada benarnya.

Siang malam mereka membaca.

Menyelaraskan kata ciptaannya.

Memutar otak, memadupadankan aksara minoritas untuk dipahami.

Pilihlah! Pilihlah kata yang mewakili rasa dalam dada.

Jikalau rindu yang kau pilih, maka perasaan sendu yang mewakili.

Jikalau perih yang kau rasa, maka duka yang mereka terka.

Dan jikalau bahagia yang kau ingin, maka kata indah yang mereka rangkai penuh makna.

Merekalah pujangga.

Berbicara lewat kata yang dituang dalam sepucuk surat dan sebuah pena

By: Intan dwi

SECRET ADMIRER

Melihat senyummu aku sangat bahagia

Untuk melihat senyummu aku berjuang sangat keras

Frustasi yang ku rasakan saat tidak melihat senyummu

Indah sangat indah

Disaat kau tampilkan senyummu

Adakalanya engkau merasa sedih

Tidak lupa aku juga merasa sedih

Untuk selalu menghiburmu aku mengirim coklat untukmu

Namun engkau selalu menolak

 

Nan itu sangat menyakitkan bagiku

Izinkan aku mencintaimu dalam diam

Sampai engkau sadar apa yang kurasakan saat ini

Aku sangat-sangat mengharapkanmu saat ini

By: Mufidatun Nisa

 

Related posts

Leave a Comment