Prestasi Siswa

Kenal Lebih Dekat dengan Shima: Sang Juara Biologi

Shima Putri Firdausi, siswi SMA Maarif NU Pandaan kelas X MIPA 3 telah menyabet juara ke-3 dalam ajang Olimpiade Biologi se-Kabupaten Pasuruan. Lomba yang diadakan di SMA Negeri 1 Bangil ini diikuti oleh seluruh sekolah SMA/sederajat yang terdapat di Kabupaten Pasuruan. Untuk mendapatkan prestasi cemerlang, tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan. Shima mendapatkan bimbingan selama satu bulan dari Bapak Sutaman Isnaini, S.Pd., selaku guru mata pelajaran Biologi.

Berkat usaha keras dan doa, Shima berhasil mengharumkan nama SMA Maarif NU Pandaan dikancah Kabupaten Pasuruan. Pepatah mengatakan, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Pepatah tersebut telah dibuktikan oleh Shima siswi SMA Maaarif NU Pandaan yang patut menjadi teladan bagi kita semua. Yuk, ukir prestasi sebanyak-banyaknya!

 

Yuli Ika Nurbaity: Penakhluk Sosiologi Jatim

 

Namanya Yuli Ika Nurbaity yang sering dipanggil Yuli. Dia adalah siswa kelas 12 IPS 1 yang berhasil menjuarai Olimpiade Sosiologi antar sub rayon. Lomba yang diadakan oleh HMJ Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang ini dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi 1 atau babak penyisihan, seluruh peserta olimpiade harus mengerjakan 100 soal dalam waktu 70 menit. Pada sesi ini, peserta berasal dari 4 sub rayon, yaitu Jember, Malang, Tulungagung, dan Surabaya.

Pada sesi 2 atau babak semifinal, yaitu babak tes analisis. Pada sesi ini, diikuti 50 anak dari berbagai rayon yang berhasil lolos dari babak penyisihan. Pada sesi ini dibagi menjadi beberapa babak. Babak 1 yaitu babak tes analisis artikel tentang Perdagangan Manusia. Pada babak ini, semua peserta diberi waktu 15 menit dan menyisahkan 20 peserta.

Pada babak 2 yaitu tes analisis sosiologi dengan lagu yang berjudul Gayus Tambunan untuk menyisahkan 10 peserta. Pada babak 3 yaitu babak final untuk menyisahkan 5 peserta. Pada babak ini terdapat 3 sesi yaitu sesi analisis lagu yang berjudul The Lucky Lucky Bukan Superman, sesi analisis video tentang kampong Pancasila Lamongan, dan sesi cerdas cermat. Nilai yang diakumulasikan dari ketiga babak tersebut yang menjadi penentu pemenang Olimpiade Sosiologi.

Pada Olimpiade ini, Yuli Ika berhasil menyabet juara harapan 1 atau juara 4 dari seluruh peserta olimpiade saat itu. Tak lupa, Yuli Ika juga berpesan kepada adik-adik kelas agar tetap semangat belajar, optimis dengan kemampuan kita, dan percaya bahwa semua usaha akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

 

The Best Student of SMARIFDA

Wisuda menjadi ajang perpisahan antar warga sekolah. Baik siswa dengan siswa, ataupun siswa dengan guru. Di sinalah acara puncak setelah tiga tahun duduk di bangku SMA. Wisuda juga menjadi ajang pengumuman siapakah yang terbaik dari setiap program.

Tahun ini ada Dhewi Zulaikha dari program IPA yang menjadi siswi terbaik. Tidak hanya menjadi siswi terbaik, DJ sapaan akrab Dhewi juga berhasil masuk perguruan tinggi negeri tanpa tes. Dhewi masih tidak menyangka bahwa dia berhasil menjadi yang terbaik di SMARIFDA. Dia merasa senang atas hasil ini.

“Senang dengan hasil ini. Ini juga karena orang tua yang selalu ngingetin buat belajar. Buat beli buku ini buku itu. Orang tua juga nyuruh download aplikasi-aplikasi yang bisa dipake buat belajar”. Tutur Dhewi. Dhewi merasa tidak menyangka akan menjadi yang terbaik karena nilai Matematika yang dia raih sangat mepet dengan KKM.

Orang tua juga menjadi sumber semangat Dhewi. Dhewi melihat orang tua sangat berharap kepadanya, jadi dia tak ingin membuat orang tuanya kecewa. Maka dari itulah Dhewi bisa meraih hasil yang gemilang.

“Buat adik-adik kelas tetap semangat belajar. Belajarnya jangan cuma dari buku tapi juga dari sumber lain. Kaya dari internet, dari aplikasi-aplikasi”. Begitulah ungkap mahasiswa baru dari UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Diana Nurhavina yang menjadi siswi terbaik dari program IPS. Diana ini memang sudah langganan ranking kelas mulai dari kelas 10. Tapi dia mengaku belum pernah dapat ranking satu jadi boleh dibilang inilah saatnya buat dapat ranking satu. Diana juga tidak menyangka akan menjadi yang terbaik.

Diana juga mengatakan bahwa sosok yang paling berperan dalam pencapaiannya adalah orang tuanya dan para guru khususnya, Bu Anita. Selain menjadi peraih nilai UN terbaik program IPS Diana juga sukses masuk Universitas Airlangga. “Gak nyangka sih bakal masuk UNAIR. Pas tau kalau lolos sekeluarga langsung sujud syukur semua”. Begitulah tutur Diana.

“Buat adik-adik kelas semangat belajarnya apalagi katanya UN 2018 bakal soal esai semua hehehe. Trus juga kalo.ada tugas dari guru harus ngerjain meskipun ngerjainnya mepet-mepet harus tetep ngerjain. Satu lagi, harus ada yang masuk UNAIR lagi tahun depan”. Begitulah harapan Diana untuk adek-adek kelas.

Diana juga berharap SMARIFDA bisa lebih baik lagi dari segi sarana prasarana “Bismillah harapan banget bisa bangun kantin”. Tutur Diana sambil tertawa. Begitulah harapan dan ungkapan perasaan dari para siswi peraih nilai UN terbaik SMARIFDA. Semoga bisa memotivasi para adek-adek kelas yang lain. Salam pendidikan

Related posts

Leave a Comment