Kunjungan KIR Quantum ke PT. Yakult Indonesia Persada!

YUK, IKUTI KUNJUNGAN KIR QUANTUM KE PT. YAKULT INDONESIA PERSADA!

Kunjungan Karya ilmiah Remaja (KIR) Maarif NU Pandaan ke Ngoro Industrial Park blok CC-1, Mojokerto, Jawa timur. 19/05/2017 pukul 14.00-15.00 WIB. Kunjungan ini bertujuan agar anak-anak KIR mengetahui manfaat dan proses pembuatan Yakult sehingga menjadi pelopor minuman kesehatan untuk masyarakat Indonesia. Yuk, baca sejarah Yakult berikut ini!

Sejarah Yakult

Yakult ditemukan oleh prakarsa ahli mikrobiologi Jepang yaitu Dr. Minoru shirota lebih dari 80 tahun lalu, di Kyoto Imperialisme University, Jepang. Ia berhasil meneliti bakteri baik dan berguna yang dinamakan L.casei shirota .

Nama Yakult sendiri diambil dari bahasa Jepang yang bermakna minuman yaitu Yakulto. Dulu Dr. Minoru shirota tidak bisa menulis kata Yakulto, sehingga Minuman fermentasi dinamakan Yakult. Pengertian Yakult sendiri ialah minuman susu fermentasi yang mengandung Lactobacillus casci Shirota strain yang dapat mencapai usus dalam keadaan hidup. Yakult terdiri dari 2 jenis yaitu yakult original dan Yakult acc. Yakult original mengandung lebih dari 6,5 milyar bakteri L.casci Shirota strain, sedangkan Yakult acc mengandung lebih dari 30 milyar L.casci Shirota strain, ditambah dengan kalsium dan vitamin. Bahan baku yang digunakan adalah bakteri, susu bubuk, glukosa, dan air. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat botolnya adalah polysteren, dan tutupnya dibuat menggunakan aluminium foil.

Produksi Yakult

Selanjutnya ke tahap produksi untuk menghasilkan Yakult, perusahaan melakukan beberapa tahap proses produksi :

  1. Pembibitan: Proses pembibitan ini dilakukan secara manual. Saat pembibitan, susu bubuk disterilkan sehingga warnanya berubah menjadi coklat. Kemudian, suhunya diturumkan dan dimasukkan ke tempat penampungan Didiamkan selama satu hari.
  2. Fermentasi: Pada tahap ini gula mengalami proses HTST (High Temper Short Time), dan susu mengalami proses UHT (Ultra High Temper). Waktu penampungan saat fermentasi adalah tujuh hari.
  3. Pencampuran gula dan air: Pada tahap ini gula dan air dicampur menjadi satu. Media yang digunakan adalah mesin yang berfungsi mengaduk gula pasir dan air sampai membentuk gumpalan-gumpalan halus. Hasil dari tahap ini adalah Yakult konsentrat. Kemudian dimasukkan ke dalam blending pump dan ditambahkan air hingga menjadi Yakult.
  4. Proses pencetakan botol menggunakan 15 mesin. Setiap mesin menghasilkan 18 botol, sehingga dalam satu jam dapat menghasilkan 11.000 botol.
  5. Penyimpanan botol dilakukan dengan filter udara.
  6. Pada tahap terakhir ini menggunakan banyak sekali mesin, diantaranya adalah selector mesin dan mesin printing. Semua botol akan diisi yakult dan ditutup, kemudian diseleksi.
  7. Pengemasan: Terdiri dari proses packing, repacking, dan mesin akan menyusun produk akhir.
  8. Ruang Pendingin: Kemasan yang berisi botol Yakult disimpan dalam ruang pendingin untuk menjamin kualitas dari minuman kesehatan yakult.

Distribusi Yakult

Pendistribusian yakult ada 2 cara yaitu :

  1. Menggunakan jasa Yakult Lady yang bertugas mengantarkan Yakult .
  2. Menggunakan armada sendiri/mobil Yakult agar Yakult tersedia di toko, supermarket dan tempat lain.

Mengapa sih Yakult tidak diberi perasa?

Karena Menurut Dr. Minoru shirota, ia tidak ingin menggunakan pewarna sintetis maupun buatan pada yakult. Beliau ingin menjaga kualitas dari Yakult itu sendiri .

Sumber: Staf Propaganda PT. Yakult Persada Indonesia

Related posts

Leave a Comment