Ikhtiar Masa Depan – Majalah SMA Maarif NU Pandaan

Ikhtiar Masa Depan

Tiga Gelombang Kehidupan

Menurut futurist Alfin Tofler, sejarah penghidupan manusia dapat dibagi menjadi tiga gelombang yaitu pertanian, industri dan informasi.

Pada awalnya kehidupan manusia sepenuhnya bertopang pada berkah alam inilah yang disebut dengan First Wave dimana kebutuhan hidup cukup dari pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan tradisional. Pada gelombang pertama ini orang kaya ditandai dengan kepemilikan lahan yang luas, rumah yang besar dan ternak yang melimpah, jalanan kota didominasi oleh toko/warung bahan pokok atau sembako.

Pada gelombang kedua, sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tuntutan nilai tambah, manusia merasa tidak cukup jika mengandalkan berkah alam semata, maka dimulailah upaya mengolah bahan mentah (berkah alam) menjadi komuditas olahan kegiatan ini disebut manufacturing. Pabrik-pabrikpun tumbuh bak jamur dimusim hujan inilah era kedua / second wave kata AlfinTofler. Di era industri kekayaan seseorang ditandai dengan kepemilikan Pabrik, Perusahaan, Saham serta beberapa barang mewah jalan utama kota pun berubah wajah dari toko kelontong menjadi disesaki toko pakaian, toko elektronik, dan show room mobil.

Era industri sangat mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi dimana salah satu teknologi yang mengalami kemajuan mencengangkan adalah teknologi informasi, hampir tidak ada aktifitas manusia saat ini yang tidak tersentuh oleh teknologi informasi belanja, ngojek, pesan tiket, ujian sekolah semua on line bahkan menikah jika hukumnya boleh mungkin online juga jangan lupa demikian juga dengan dunia kriminalitas inilah abad informasi dunia penuh dengan digital, gelombang ketiga, jalanan kota dipenuhi dengan toko peralatan komunikasi HP, Gadget dsb. Era Third Wave seseorang akan kaya jika memiliki stasiun televisi, satelit, dan operator sistem komunikasi.

Era 4.0

Sekarang penduduk dunia mengalami masalah yang semakin kompleks semua jenis pekerjaan akan semakin kompleks.Hal ini disebabkan oleh kombinasi antara globalisasi dengan teknologi informasi yang berkembang demikian cepat inilah era yang disebut revolusi industri keempat atau era 4.0 oleh Klaus Schwab.

Dalam karyanya yang berjudul The Fourth Industrial Revolution, Klaus Schwab mengemukakan ada jenis pekerjaan yang menurun jauh bahkan tidak tertutup kemungkinan akan hilang yaitu; Telemarketers (pemasaran jarak jauh);Tax preparers ( penyiapan dokumen pajak); Umpires-referees-other sport officials (wasit-hakim garis-petugas olah raga lain); Legal secretaries (sekretaris urusan peraturan); Real estate brokers (perantara tanah-bangunan); Farm labour contractors (kontraktor buruh tani ); Couriers-mesengers (kurir).Pekerjaan tersebut menjadi hilang sebagian karena memang tidak dibutuhkan secara subtansial tetapi yang paling banyak digantikan oleh peralatan sebagai akibat otomatisasi.

Disamping mensinyalir adanya jenis pekerjaan yang diramal akan punah, Schwab mengajukan prediksi jenis pekerjaan yang bakal terus bertahan diantaranya adalah: Mental health and subtance abuse social workers (pekerja sosial yang menangani orang ganggguan jiwa; Choreographers; Physicians-surgeons (dokter bedah);Psychologis;Human resources managers (menejer sdm); Computer systems analysts; Anthropologists-archeologists; Marine engineers-naval architectures (ahli teknik perkapalan ); Sales managersChief executives.

Antisipasi Era 4.0

Berdasarkan hipotesis diatas kita dapat menyiapkan diri memilih studi dan menempa kompetensi supaya surfive di masa yang akan datang.Sebagai bahan pertimbangan perlu kita lihat apa yang dicanangkan oleh Negara anggota Washington Acccord tentang atribut/kompetensi yang harus dimiliki oleh para sarjana teknik sebanyak 12 kemampuan yang sepuluh diantaranya adalah: Problem analysis; Design/development of solution; Investigation; Modern tool usage; Environment & sustainability; Ethics; Individual & team work; Comunication; Project management & finance; Lifelong learning.

Jika kita cermati meskipun kompetensi diatas oleh Negara Washington Accord dikhususkan terhadap sarjana teknik kenyataannya satu jenis profesi di zaman modern ini sangat memerlukan beragam keahlian ambil contoh profesi guru Fisika misalnya, disamping ahli urusan fisika dan pedagogik sang guru harus dapat mengetahui kondisi emosional anak didik (Investigation), bekerja sama dengan guru matematik (Individual & team work), harus mampu menggunakan perangkat audio visual karena banyak fenomena yang hanya dapat digambarkan dengan animasi (Modern tool usage) dan tentunya sang guru harus terus membaca agar tidak ketinggalan dengan temuan baru (Life long learning).

Majalah The Economists (14 januari 2017) melaporkan pentingnya kecakapan sosial diatas dalam bekerja, sejak tahun 1980 Amerika Serikat menerapkan pola perekrutan tenaga dengan kecakapan sosial tinggi meskipun keterampilan teknik dan keahlian profesinya pas-pasan, alasan yang utama didalam pekerjaan urusan rutin akan menggunakan ketrampilan(hard skills) dan kecakapan (soft skills) rutin tetapi timbulnya masalah sering merupakan hal baru dan pemecahannya harus menggunakan keterampilan dan kecakapan non rutin. Kesimpulannya adalah pekerja masa depan apapun pekerjaannya merupakan pekerja intelektual yang memerlukan keterampilan,kecakapan rutin dimana untuk mendapakan dapat ditempuh melalui pelatihan training dan semacamnya serta keterampilan, kecakapan non rutin yang harus dicari melalui proses pendidikan karena sebagian keterampilan dan kecakapan non rutin merupakan kecakapan sosial.

Sutaman Isnaini, S.Pd.

Related posts

Leave a Comment