Cerita Pendek – Majalah SMA Maarif NU Pandaan

Senja

“Senja di antara biru dan jingga”

Yah… Mungkin begitulah yang aku pikirkan sekarang, melihat senja yang indah tapi akan tenggelam begitu saja, Aku Sasa, Anisa Jannatul Wardah Al-ibrahim nama lengkapku, gadis 19 tahun yang pernah merasakan indahnya cinta saat bersama dan luka lara saat berpisah.

“Gadis ga tahu diri! !! ” Yah begitulah mereka memanggilku. Entah karena apa aku tidak tahu.

Dulu, saat aku masih remaja. Aku pernah mengenal seorang pria bernama Dean, pria baik yang mengajak ku untuk menyentuh dosa yang dikemas dengan nama PACARAN. Dean kakak kelas SMA ku dulu. Aku menganggap dia sangat baik, dia memanjakan ku, membelikan ini itu kesukaan ku, menuruti segala sesuatu yang aku mau. Aku sangat senang. Wanita mana yang tidak senang jika ada seorang pria yang memanjakan nya, aku dulu juga sering main ke rumahnya. Bahkan dulu orang tua ku dan orang tuanya merestui hubungan kita.

“Sasa”

“Iya, Mom. “

“Cepat turun nak! Ada temanmu.”

“Iya Mom, bentar ini juga mau turun.”

Saat aku turun dari kamar, aku melihat pria itu. Pria yang dulu mengecewakanku. Pria yang dulu membuatku menangis berhari hari tanpa henti, kenapa dia di sini? Apa dia ingin membuka luka 3 tahun itu lagi? Apa tidak cukup dengan perlakuan kekasih nya kepadaku?

“Hai, Sa! “

Setelah beberapa tahun aku tidak melihatnya, dia kembali lagi. Kembali dengan perbedaan yang drastic. Dia sekarang agak kurus, tetapi tetap tampan. Aku merindukankannya Ya Allah, tetapi di sisi lain aku sangat membencinya. Apa yang harus ku lakukan! Kenapa air mata ini ingin lolos begitu saja, aku benci ini! Aku benci!

“Hai, ngapain ke sini?”

“Maafin aku, Sa!” sesalnya.

“Saya sudah memaafkanmu!” Jawabku ketus. Aku tidak tahu lagi harus bagaimana.

“Ya sudah ,terimakasih, saya pamit pulang!”

“Silahkan!”

“Sa! Kamu beneran ngusir aku??” Tanyanya dengan heran.

“Tidak, Anda yang memintanya.” Ketusku.

“Sa, kamu jangan kaku gitu dong!”

“Apa Anda lupa dengan kata-katamu dulu? Sekarang Anda boleh keluar dari rumah saya!” Ucapku dengan mencegah air mata agar tidak turun dari tempat nya. Dengan segera aku berpamitan kepada Mommy dan pergi meninggalkannya yang tetap tidak bergerak dari tempat duduknya.

Setelah sampai di kampus, aku menangis. Aku bingung kenapa aku bjsa seperti ini, kalian mau bilang aku cengeng? Terserah! Apa ini Ya Allah! Apa aku masih mencintainya? Maafkan aku telah menduakanMu Ya Allah! Apa ini salah? Aku takut, aku takut aku meninggalkan mu lagi Ya Allah, aku takut.

Flashback on

Aku dan Dean sekarang ada di taman kota. Seperti biasa setiap malam minggu kita akan selalu mengunjungi tempat ini. Tempat kedua kesukaan kami. Ini adalah hari aniversarry 2 tahunku dengan Dean. Aku sangat senang bisa berdua dengannya. Dean selalu menuruti permintaan ku. Aku bahagia memilikinya. Dean pernah bilang ke aku, kalau misalnya ada yang ganggu, bilang aja ke dia. Secara dia most wantednya sekolah. Siapa juga yang berani sama Dean.

“Sa… Sini deh” panggilnya. Aku pun segera menemui nya. “Tahu tidak sekarang hari apa?” Tanyanya dengan mengelus-ngelus puncak kepalaku. “Tau lah!”

“Apa coba?” Tanyanya dengan nada menggoda. “Ish Kak Dean! Lepasin dulu tangan nya, baru aku jawab!”

“Kenapa? Gak suka?” Dia semakin gencar menggodaku

“Kak Dean! Nanti rambutku rusak, kan tadi udah di tata sama salon. Tahu ah!” jawabku sebal, aku menjauhkan diri dari nya “Yaudah maaf! Senyum dulu dong!” katanya dengan mencubit pipiku, “KAK DEAN!!! ” teriak ku sebal.

Dean malah cengingisan “heheheee jangan marah dong… Nanti cantik nya hilang loh” “biarin!!!”

“Bener biarin, ga mau ice crean nih ceritanya?” Dengan semangat 45 aku mengangguk mengiyakan “Yaudah ayo kita beli adek kecil!” katanya dengan mengelus pumcak kepalaku. Dengan gerakan cepat aku mencubit pergelangan tangan nya,secara tinggiku hanya sebatas dadanya. Setelah membeli ice cream Dean mengantarkan ku pulang dengan selamat sampai tujuan.

Seminggu berlalu dengan indah, Sampai dia mengajakku ke taman sekolah. Disitu dia memutuskan hubungan kita. Aku tidak tahu apa sebabnya. Aku tidak terima. Aku menangis, lalu aku pergi meninggalkannya. Berlari sekencang mungkin.

Aku pergi dari sekolah. Aku menuju danau tempat pertama yang sangat aku dan Dean sukai. Aku menangis sekeras kerasnya, aku meluapkan semuanya di situ, Aku kecewa dengan Dean. Aku membencinya, mulai sekarang aku membencinya. “KAK DEAN AKU MEMBENCIMU, AKU AKAN SELLU MEMBENCIMU! KAK DEAN JAHAT! SASA BENCI KAK DEAN!!! ” Aku menangis sekencangnya.

“Apa cintaku ini seperti berakhir seperti senja yang indah lalu tiba tiba ia tenggelam? ” pekikku lirih.

Flashback off

“Sa, Kamu sudah tahu keadaan Dean?” Tanya Mommy tiba-tiba.

“Apa urusan nya sama Sasa, Mom?” Tanyaku acuh.

“Apa kamu tahu bahwa Dean sedang mengidap penyakit jantung?”

Dean Sakit udah dari dulu Sa. Sebelum dia putus dari kamu, dari kecil malah. Dan dia memutuskan hubungan dengan kamu karena Dean tidak mau orang yang ia sayangi sedih. Kasihan karena penyakitnya! Dean tidak suka dikasihani, kamu tahu? Setelah Dean memutuskanmu dulu, ia langsung pulang kemudian pingsan dan koma beberapa bulan. Makanya, kamu tidak melihat dia kan! Setelas kamu putus dulu? Maaf ya Sa, Mama baru bisa bilang sekarang. Mama tidak tega sama kamu. Dan ini juga permintaan Dean” Mendengar perkataan, Mama tiba tiba air mataku keluar.

“Sa, apa kamu belum bisa melupakan nya? “

“Sasa gak tahu Mom!” Jawabku di sela tangisku. Mommy yang melihatku seperti itu mendekatkan dirinya lalu mengelus puncak kepalaku, menenangkan anaknya.

“Sekarang gimana keadaan Kak Dean? “

“Dean, sekarang koma. Seminggu yang lalu itu, setelah Dean ke sini dia tidak sadarkan diri sampai sekarang. Dean juga titip surat buat kamu.”

Aku hanya menangis tak tahu harus bagaimana.

“Ini!” Kata momy menyodorkan sebuah amplop merah, warna kesukaanku dan Dean. Perlahan aku membuka dan membaca surat nya.

Dear…. Sasa (adek kecil)

Hai… Apa kabar ? Kamu tau? Sebenarnya aku masih mencintai mu adek kecil 🙂 aku tau di sana kamu pasti sangat membenciku? Iya kan… Adek kecil aku rindu saat kita bermain di danau, saat kita ke taman kota, saat kita makan ice cream, aku rindu suara kamu adek kecil, aku rindu tatapan mata kamu, senyuman kamu, aku rindu semuanya adek kecil, maafin aku yaa… Aku gak bisa nepatin janji aku buat selalu ada di samping kamu, maaf adek kecil, semoga di sana kamu mendapatkan pria yang lebih baik dari aku, lebih tampan dari aku, lebih sayang sama kamu dari pada aku, pokok pria yang terbaik untuk kamu, adek kecil… Semoga kamu bahagia disana, bahagia dengan pilihan kamu, maafin aku adek kecil, sampai kapan pun aku akan tetap cinta sama kamu, kamu pemilik hati ku selamanya adek kecil, udah jangan nangis…. Gausah di tangisi akunya, secara aku kan ganteng, baik dan tidak sombong 😀 hahahaaa udah yaa aku udah ga kuat buat nis banyak banyak, selamat tinggal adek kecil ku, AKU MENCINTAIMU DEAR 🙂

Pria tidak tau diri

Ardean samudera putra

Aku menagis tersedusedu. Aku langsung pergi ke rumah sakit di mana Dean di rawat. Aku menemukan kamarnya. Aku melihat Mama Dean menangis. Setelah meminta izin ke dokter, aku segera masuk ke kamar Dean dan mendekatkan diri ke tempat tidurnya. Aku melihat banyak sekali alat yang menempel di tubuh nya. Aku menangis. “Kak Dean, Sasa juga masih sayang Kak Dean. Kak Dean jangan pergi, maafin Sasa!”

Aku melihat Kak Dean mengeluarkan air mata lalu dia tersenyum. Tidak lama setelah itu tubuhnya kejang dan aku segera memanggil dokter. Aku sekarang di luar menangis bersama Mamanya. Tidak lama dokter keluar dan memberi tahu bahwa Kak Dean sudah pergi jauh meninggalkan kita. Meninggalkan semua kenangan bersamaku dan keluarganya, aku menangis histeris dan ditenangkan oleh Mamanya.

Semua sudah berlalu, meninggalkanku di sini sendiri. Aku sadar bahwa ini belum berakhir. Karena tidak ada cerita yang berakhir sad ending. Percayalah semua akan berlalu dan menciptakan sebuah kisah baru yang akan berakhir indah. Selamat datang kehidupan baru, selamat datang masa depan, cerita akan kembali dimulai.

Wp : @_kimhyora

Related posts

Leave a Comment