Bu Arini: Waka Kurikulum yang Kalem Nan Cantik

Bu Arini: Waka Kurikulum yang Kalem Nan Cantik

Bu Arini Hidayati adalah Waka Kurikulum SMARIFDA yang memiliki riwayat pendidikan yang cukup menarik. Beliau memulai pendidikan dari SD Riyadlus Sholihin Jember lalu melanjutkan ke MTsN 2 Jember. Setelah itu, Beliau terbang ke Probolinggo dan melanjutkan sekolah di SMA Nurul Jadid Paiton. Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum ini memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Fisika di Universitas Negeri Jember.

Bu Arini Hidayati sosok yang kalem nan cantik ini merupakan sosok pemegang peran penting di SMARIFDA. Sebagai Waka Kurikulum, Bu Arini menjadi pengendali kurikulum apa yang harus diberikan ke siswa-siswi SMA Maarif NU Pandaan. Bu Arini tak pernah menganggap beban dengan apa yang ditugaskan kepada Beliau. Beliau menganggap bahwa jabatan sebagai Waka Kurikulum merupakan sebuah amanah dari sekolah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Jika ditanya mengenai perbedaan antara kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013, Bu Arini menjelaskan tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara kurikukum tingkat satuan pendidikan 2006 dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan 2013. Perbedaan yang mendasar hanya terletak pada penekanan pendidikan karakter pada kurikulum tingkat satuan pendidikan 2013.

Mengenai pendidikan di Indonesia, Beliau berpendapat bahwa “sebenarnya pendidikan di Indonesia sudah dinahkodai orang yang tepat, basicnya juga orang pintar, fokus di bidang pendidikan, hanya saja pengaplikasi di bawah masih kurang maksimal.” Beliau juga mengatakan bahwa semua  itu tidak lepas dari faktor SDM yang ada, baik dari guru maupun dari siswa.

Disinggung tentang jalannya pendidikan di SMA Maarif NU Pandaan, Bu Arini mengatakan bahwa beliau memiliki harapan yang sangat besar. Beliau ingin SMA Maarif NU Pandaan semakin maju dan berkembang serta yang paling penting adalah selalu berlandaskan dengan kejujuran. Beliau beranggapan semuanya akan berjalan baik jika dilalui dengan kejujuran. Tugas guru adalah menanamkan nilai-nilai kejujuran kepada siswa sehingga kejujuran sudah menjadi budaya di SMA Maarif NU Pandaan. Beliau juga berharap ilmu yang disampaikan bapak ibu guru akan menjadi ilmu yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun masyarakat luas.

By: Erlita Diah Salsahbila

Related posts

Leave a Comment